Kontrak Berlangganan Koran Sekolah Diputus Mendadak, Awak Media di Ogan Ilir Terancam Kehilangan Pendapatan

ZOOM NEWS

- Redaksi

Jumat, 4 September 2026 - 13:39 WIB

5057 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

OGAN ILIR — Kabar kurang baik menghampiri insan pers dan perusahaan media yang selama ini menjalankan kemitraan pemberitaan dengan sejumlah sekolah di Kabupaten Ogan Ilir. Mulai Oktober 2026, kerja sama berlangganan media cetak maupun publikasi media secara elektronik dan online di sejumlah sekolah dasar (SD) dan sekolah menengah pertama (SMP) dikabarkan dihentikan.

Keputusan tersebut disebut disampaikan melalui Kelompok Kerja Kepala Sekolah (K3S) dan berdampak terhadap sekolah-sekolah di 16 kecamatan di Kabupaten Ogan Ilir.

Pemutusan kerja sama secara mendadak ini tentu menimbulkan tanda tanya besar. Sebab, selama ini hubungan kemitraan antara pihak sekolah dan perusahaan media disebut telah berjalan baik, aman dan lancar tanpa persoalan berarti.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Informasi yang diterima awak media menyebutkan, penghentian tersebut dilakukan karena adanya arahan atau larangan yang disebut berasal dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Perwakilan Sumatera Selatan terkait penggunaan anggaran sekolah untuk berlangganan media, baik dalam bentuk koran maupun publikasi elektronik dan online.

Namun, sampai saat ini, persoalan tersebut tentu perlu mendapatkan penjelasan resmi dan terbuka mengenai dasar aturan, surat edaran, rekomendasi pemeriksaan, atau ketentuan tertulis yang menjadi landasan penghentian seluruh kerja sama media tersebut.

Bagi kepala sekolah, keputusan ini juga disebut bukanlah sesuatu yang mudah. Sejumlah kepala sekolah melalui K3S bahkan menyampaikan bahwa mereka sebenarnya masih ingin mempertahankan hubungan kemitraan yang telah lama terjalin.

“Kami sebenarnya tidak ingin melepas kerja sama yang selama ini sudah terjalin baik. Hubungan kita sudah seperti saudara. Namun kami terpaksa menghentikannya karena adanya larangan dan kami khawatir laporan pertanggungjawaban (SPJ) sekolah tidak diterima apabila kerja sama tersebut tetap dilaksanakan,” demikian alasan yang disampaikan sebagaimana diterima awak media.

“Bukan Sekadar Berlangganan Koran, Ada Nasib Pekerja di Baliknya”

Ketua PPWI Ogan Ilir, Fidiel Castro, mengaku terkejut sekaligus menyayangkan kabar penghentian kerja sama tersebut.

Menurutnya, persoalan ini jangan hanya dilihat dari sisi administrasi atau pengeluaran anggaran sekolah. Di balik sebuah kontrak berlangganan media, terdapat perusahaan, wartawan, fotografer, redaktur, tenaga administrasi hingga keluarga pekerja media yang menggantungkan kehidupan dari pendapatan perusahaan.

“Kalau kerja sama media diputus secara serentak tanpa adanya solusi atau skema pengganti, dampaknya bukan hanya kepada perusahaan pers. Wartawan dan pekerja media juga bisa kehilangan sumber pendapatan. Bahkan yang paling berat adalah keluarga mereka,” ujar Fidiel.

Ia menilai, perlu ada kebijakan yang tidak hanya melihat persoalan dari sisi pemeriksaan administrasi, tetapi juga mempertimbangkan keberlangsungan ekosistem pers dan kehidupan para pekerja media.

Sebab, wartawan juga merupakan warga negara Indonesia yang memiliki keluarga, anak dan istri yang harus dinafkahi.

Ketika pendapatan seorang pekerja media terhenti, yang terdampak bukan hanya dirinya, tetapi juga keluarganya.

“Wartawan adalah pekerja. Mereka juga punya kebutuhan hidup, punya keluarga dan punya tanggung jawab. Jangan sampai sebuah kebijakan administratif justru melahirkan persoalan sosial baru berupa kehilangan pekerjaan dan bertambahnya pengangguran,” tegasnya.

Minta Pemerintah Berikan Kejelasan:
Fidiel berharap pemerintah pusat, DPR RI dan Kementerian Keuangan dapat memberikan perhatian terhadap persoalan tersebut, khususnya dengan meminta penjelasan mengenai dasar penghentian kerja sama media di lingkungan sekolah.

Ia juga meminta pihak terkait membuka ruang dialog dengan perusahaan pers dan organisasi wartawan agar persoalan ini tidak berkembang menjadi konflik antara sekolah dan media.

Menurutnya, apabila memang terdapat aturan yang melarang penggunaan anggaran sekolah untuk berlangganan media, maka pemerintah perlu memberikan solusi yang jelas, bukan sekadar penghentian.

“Kalau memang ada aturan yang melarang, kami meminta aturan tersebut dijelaskan secara terbuka. Apa dasar hukumnya, bagaimana mekanismenya, dan apakah ada solusi agar perusahaan pers serta wartawan tetap dapat menjalankan tugas jurnalistiknya tanpa membebani anggaran sekolah,” katanya.

Fidiel menegaskan, kritik ini bukan ditujukan untuk menyalahkan pihak sekolah. Para kepala sekolah juga berada dalam posisi sulit karena harus mengikuti ketentuan pemeriksaan dan mempertanggungjawabkan penggunaan anggaran.

Yang dipertanyakan adalah dampak kebijakan tersebut terhadap keberlangsungan perusahaan media dan kehidupan para pekerjanya.

Karena itu, ia meminta pemerintah dan lembaga terkait duduk bersama mencari jalan keluar yang adil.

Jangan sampai demi menjaga tertib administrasi, justru lahir masalah baru: perusahaan media kehilangan pemasukan, wartawan kehilangan pekerjaan, dan keluarga pekerja pers ikut menanggung dampaknya.

Pers merupakan bagian penting dalam kehidupan demokrasi. Karena itu, keberlangsungan para pekerja pers juga patut menjadi perhatian bersama.

Kini, para awak media di Ogan Ilir hanya berharap satu hal: ada kejelasan, ada ruang dialog, dan ada solusi.

Bukan sekadar pemutusan kerja sama secara mendadak yang pada akhirnya membuat para pekerja “buruh tinta” harus kembali bertanya-tanya tentang masa depan pekerjaan dan kehidupan keluarganya.

Laporan: Ketua Tim Pewarta Warga Indonesia Ogan Ilir

Berita Terkait

LPM Kota Pekanbaru Bagikan 5000 Masker untuk Warga Terdampak Asap
Fric Desak Kapolda Riau Bertindak Tegas! MP Club Digerebek, THM Paragon Jangan Dibiarkan Tanpa Kejelasan
Kerja Keras dan Pendekatan Humanis, serta Koordinasi dengan APH, Tahanan yang Kabur Berhasil Diamankan
Kejutan HUT ke-81 TNI, Kapolres Simalungun Sambangi Kodim 0207 Tingkatkan Soliditas dan Sinergitas TNI-Polri
DPRD Jangan Jadi Stempel Pengusaha THM! Kami Datang Bukan Untuk Didengar, Tapi Untuk Dilaksanakan!
Silaturahmi LAMR Meranti Duduk Bersama Insan Pers Jaga Marwah Melayu
Jembatan Harapan Itu Bernama Garuda, Dibangun Tangan-tangan Tulus TNI dan Warga Kuta Pengkih
Kapolres Simalungun Jalin Silaturahmi dan Perkuat Sinergitas TNI-Polri di Mako Brigif TP 036/Harajaon Marpitu

Berita Terkait

Kamis, 22 Oktober 2026 - 14:56 WIB

Satresnarkoba Polres Aceh Tenggara Amankan Seorang Perempuan dengan 34 Paket Sabu

Rabu, 21 Oktober 2026 - 15:13 WIB

Warga Aceh Tenggara Resah, Oknum Satgas TNGL Diduga Intimidasi Petani Sawit dan Ancam Penumbangan Massal

Rabu, 21 Oktober 2026 - 13:36 WIB

Polisi Bersama Masyarakat: Polsek Babussalam Sosialisasikan Bahaya Karhutla, Warga Diimbau Tidak Membakar Sisa Panen

Selasa, 20 Oktober 2026 - 17:57 WIB

Kapolres Aceh Tenggara diwakili oleh Wakapolres Bersama Forkopimda Hadiri Pelantikan Pengurus Cabang PGRI Periode 2024–2029

Selasa, 20 Oktober 2026 - 12:13 WIB

Sabu 2,52 Gram Jadi Barang Bukti, Satresnarkoba Polres Agara Amankan Pria di Bambel

Senin, 19 Oktober 2026 - 19:23 WIB

Lewat Program POLIDIK, Kapolres Aceh Tenggara Tanamkan Kesadaran Keselamatan Berlalu Lintas kepada Pelajar

Senin, 19 Oktober 2026 - 10:50 WIB

Kapolres Aceh Tenggara Hadiri Kegiatan Minggu Kasih di HKBP Pulonas, Ajak Jemaat Jaga Kamtibmas

Minggu, 18 Oktober 2026 - 20:46 WIB

GERAK CEPAT SATRESNARKOBA POLRES ACEH TENGGARA, SEORANG PRIA DIAMANKAN BERSAMA BARANG BUKTI NARKOTIKA JENIS GANJA

Berita Terbaru

Uncategorized

LPM Kota Pekanbaru Bagikan 5000 Masker untuk Warga Terdampak Asap

Jumat, 23 Okt 2026 - 18:38 WIB

GAYO LUES

Donor Darah Dalam Rangka Menyambut Hut Korps Brimob Polri Ke-81

Jumat, 23 Okt 2026 - 17:24 WIB

GAYO LUES

Pembangunan Gorong-gorong Titik 1 Siap 90 Persen

Jumat, 23 Okt 2026 - 13:02 WIB