Plt Inspektur Aceh Jadi Sorotan, Pemerintah Diminta Jelaskan Dasar Penunjukan Kausar Hanum

ZOOM NEWS

- Redaksi

Sabtu, 12 September 2026 - 23:34 WIB

507 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BANDA ACEH — Pergantian sementara Inspektur Aceh Abdullah menjadi perhatian publik. Abdullah dibebastugaskan dari jabatannya, sementara posisi tersebut kemudian diisi Kausar Hanum sebagai Pelaksana Tugas (Plt).

Keputusan tersebut menimbulkan pertanyaan karena Kausar Hanum sebelumnya menjabat sebagai Sekretaris Inspektorat Aceh. Pergantian itu berlangsung di tengah proses pemeriksaan terhadap Abdullah terkait dugaan pelanggaran disiplin aparatur sipil negara (ASN).

Yang menjadi sorotan bukan hanya proses pembebastugasan Abdullah, tetapi juga sosok yang kemudian dipercaya menjalankan fungsi pimpinan Inspektorat Aceh. Beredar informasi bahwa Kausar Hanum memiliki hubungan keluarga dengan Kepala Biro Umum Setda Aceh, Gamal Abdul Nasir.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Jika hubungan keluarga tersebut benar, kondisi ini penting untuk dijelaskan secara terbuka oleh Pemerintah Aceh. Pasalnya, Inspektorat merupakan lembaga yang memiliki fungsi strategis dalam pengawasan internal penyelenggaraan pemerintahan dan pengelolaan keuangan daerah.

Pada saat yang sama, Gamal Abdul Nasir memegang posisi Kepala Biro Umum Setda Aceh. Biro tersebut memiliki peran penting dalam mendukung operasional pemerintahan, termasuk pengelolaan berbagai kebutuhan rumah tangga pimpinan, pengadaan barang dan jasa, perjalanan dinas, kendaraan serta layanan internal pemerintahan.

Nilai anggaran yang dikelola Biro Umum pada 2026 juga tergolong besar. Berdasarkan data pengadaan yang menjadi sorotan, total anggaran Biro Umum disebut mencapai sekitar Rp208,59 miliar.

Besarnya anggaran dan luasnya kewenangan tersebut membuat posisi Kepala Biro Umum memiliki pengaruh administratif yang signifikan di lingkungan Sekretariat Daerah Aceh.

Karena itu, informasi mengenai hubungan keluarga antara pejabat pengelola anggaran dengan pejabat yang kini menjalankan fungsi pimpinan lembaga pengawasan perlu mendapatkan perhatian.

Namun, hubungan keluarga dengan sendirinya tidak membuktikan adanya kolusi, nepotisme, intervensi, ataupun penyalahgunaan kewenangan. Untuk sampai pada kesimpulan tersebut diperlukan bukti mengenai proses pengambilan keputusan, komunikasi antar pejabat, serta ada atau tidaknya intervensi dalam penempatan jabatan.

Pertanyaan yang kemudian muncul adalah apakah pembebastugasan Abdullah dan penunjukan Kausar Hanum sebagai Plt Inspektur Aceh merupakan keputusan administratif biasa, atau terdapat pertimbangan lain yang belum diketahui publik.

Apalagi, Inspektorat memiliki posisi yang sangat penting sebagai perangkat pengawasan internal Pemerintah Aceh. Independensi pejabat yang memimpin lembaga tersebut menjadi faktor penting agar pemeriksaan terhadap perangkat daerah, pejabat dan penggunaan anggaran dapat berjalan objektif.

Publik karenanya berhak memperoleh penjelasan mengenai alasan pembebastugasan Abdullah, substansi pemeriksaan yang dilakukan, dasar penunjukan Kausar Hanum, serta mekanisme untuk memastikan tidak terjadi konflik kepentingan selama proses tersebut berlangsung.

Pertanyaan lain yang juga perlu dijawab adalah apakah Pemerintah Aceh telah melakukan kajian mengenai potensi conflict of interest atau setidaknya persepsi konflik kepentingan sebelum menunjuk Kausar Hanum.

Jika seluruh proses telah dilakukan berdasarkan ketentuan, prinsip merit system, dan pertimbangan objektif, Pemerintah Aceh semestinya dapat menjelaskannya secara terbuka.

Sebaliknya, jika terdapat hubungan kepentingan yang berpotensi memengaruhi independensi pengawasan, persoalan tersebut layak diperiksa oleh pihak yang berwenang.

Sebab, persoalan ini bukan sekadar mengenai pergantian seorang Inspektur. Yang dipertaruhkan adalah kepercayaan publik terhadap independensi sistem pengawasan Pemerintah Aceh.

Pada akhirnya, pertanyaan besarnya adalah: apakah konfigurasi jabatan di lingkungan Pemerintah Aceh berjalan berdasarkan kompetensi dan kebutuhan organisasi, atau mulai terbentuk jejaring kekuasaan yang saling terhubung melalui hubungan keluarga dan kedekatan birokrasi?

Pertanyaan tersebut tentu harus dijawab dengan dokumen, fakta dan mekanisme pemerintahan yang dapat diuji—bukan sekadar rumor pihak kesehatan juga kita dorong segera melakukan peneriksaan keseluruhan rakyat menunggu. (*)

Berita Terkait

Agus Suryadi Tegaskan FRN Bukan Sekadar Organisasi, Tapi Mitra Strategis Polri di Aceh
Dukungan Penuh Kapolres Bireuen untuk Program Pendidikan Agama Dayah di Tengah Tantangan Zaman
Jet Pribadi Asing Bawa Muzakir Manaf PP Kuala Lumpur–Aceh, Publik Desak Bongkar Sumber Dana
MBG Jangan Jadi Eksperimen: SPPG Ditinggalkan, Kantin Dipaksakan
Perkuat Layanan Ibu & Anak, Muhammad Nur Dipercaya Pimpin RSIA Banda Aceh

Berita Terkait

Kamis, 22 Oktober 2026 - 14:56 WIB

Satresnarkoba Polres Aceh Tenggara Amankan Seorang Perempuan dengan 34 Paket Sabu

Kamis, 22 Oktober 2026 - 11:48 WIB

LSM Kompak Aceh Tenggara: Sepakat Jaga Leuser, Tapi Jangan Lupakan Rakyat!

Rabu, 21 Oktober 2026 - 13:36 WIB

Polisi Bersama Masyarakat: Polsek Babussalam Sosialisasikan Bahaya Karhutla, Warga Diimbau Tidak Membakar Sisa Panen

Selasa, 20 Oktober 2026 - 17:57 WIB

Kapolres Aceh Tenggara diwakili oleh Wakapolres Bersama Forkopimda Hadiri Pelantikan Pengurus Cabang PGRI Periode 2024–2029

Selasa, 20 Oktober 2026 - 12:13 WIB

Sabu 2,52 Gram Jadi Barang Bukti, Satresnarkoba Polres Agara Amankan Pria di Bambel

Senin, 19 Oktober 2026 - 19:23 WIB

Lewat Program POLIDIK, Kapolres Aceh Tenggara Tanamkan Kesadaran Keselamatan Berlalu Lintas kepada Pelajar

Senin, 19 Oktober 2026 - 10:50 WIB

Kapolres Aceh Tenggara Hadiri Kegiatan Minggu Kasih di HKBP Pulonas, Ajak Jemaat Jaga Kamtibmas

Minggu, 18 Oktober 2026 - 20:46 WIB

GERAK CEPAT SATRESNARKOBA POLRES ACEH TENGGARA, SEORANG PRIA DIAMANKAN BERSAMA BARANG BUKTI NARKOTIKA JENIS GANJA

Berita Terbaru

GAYO LUES

Donor Darah Dalam Rangka Menyambut Hut Korps Brimob Polri Ke-81

Jumat, 23 Okt 2026 - 17:24 WIB

GAYO LUES

Pembangunan Gorong-gorong Titik 1 Siap 90 Persen

Jumat, 23 Okt 2026 - 13:02 WIB